Hati terasa kosong sekali,
Berulang kali aku memohon petunjuk pada-Ilahi.
Aku bingung menentukan segala arah,
Bila hanya keputusanku yang jadi sejarah.
Ada rasa berat yang menghimpit dada,
Tak percaya pada siapa pun, bahkan diri sendiri pun tak ada.
Kupikir aku sudah cukup egois,
Ternyata aku salah, dugaanku menangis.
Aku terlalu takut untuk melangkah,
Membuat keputusan yang akhirnya salah.
Tentu aku tak bisa menentukan sendiri,
Aku butuh petunjuk-Nya setiap hari.
Tanpa-Nya, banyak pilihanku yang meleset,
Membuat hatiku gelisah dan kalut yang awet.
Ketakutan selalu datang sebelum doa,
Namun dengan-Nya, langkahku tak lagi hampa.
Aku berlindung dari ketidakadilan manusia,
Dan segala makhluk ciptaan-Nya yang fana.
Itulah yang membuatku lebih tenang,
Menjalani hidup sebagai manusia yang menang.
