Ku mengadu pada Ibu Pertiwi
Kala kata tak dapat terucap
Kala ku tak dapat meniti
Kala badan masih tertancap
Pribumi kian hilang disantap
Tak peduli laranya Ibu Pertiwi menatap
Api asing menyulut dadap
Balad Ibu Pertiwi hampir lenyap
Kini Ibu pertiwi merintih
Lula badan menyerang perih
Duka kian membuncah
Tak dapat abdi mencegah
-Kota Ukir 18'
Ms. K
Minggu, 08 September 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sunyi yang Teduh
Tanpa menaruh hati, tanpa mengagumi, dan tanpa menanti siapa pun. Hati ini terasa begitu teduh, pasrah penuh pada Sang Pencipta. Kesendiria...
-
Hati terasa kosong sekali, Berulang kali aku memohon petunjuk pada-Ilahi. Aku bingung menentukan segala arah, Bila hanya keputusanku yang...
-
Shimmering morning dew Quiet night change The sun's rays make up Shining the hearts of all Dark, lonely, dare not appear Happiness comes...
-
Dikotomi Iya aku bilang kita adalah dikotomi Bertentangan namun saling berdampingan Sebagaimana sepatu kanan dan kiri yang melangkah bergan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar