Sabtu, 08 Agustus 2026

Menghapusmu dari Ruang Sunyi

Biarkan aku di sini dulu,

menyapu nama-nama dari ingatan,

termasuk hangatmu

yang hanya singgah di permukaan.


Kau tahu apa yang tampak kutunggu,

Namun tidak tahu bahwa di relung terdalam

ada gelisah yang selalu mengetuk

setiap kali kau mencoba masuk lebih jauh.


Ada sebuah ruang yang tak lagi ku buka,

yang pintunya terkunci

sejak ia pergi untuk selamanya.


Maafkan aku yang pernah berpura-pura menyukaimu 

Kebohongan itu adalah bisik yang menyiksa.


Kini, setelah jarak menjadi kita,

aku menemukan legaku yang sederhana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sunyi yang Teduh

Tanpa menaruh hati, tanpa mengagumi, dan tanpa menanti siapa pun.  Hati ini terasa begitu teduh, pasrah penuh pada Sang Pencipta. Kesendiria...