Biarkan aku di sini dulu,
menyapu nama-nama dari ingatan,
termasuk hangatmu
yang hanya singgah di permukaan.
Kau tahu apa yang tampak kutunggu,
Namun tidak tahu bahwa di relung terdalam
ada gelisah yang selalu mengetuk
setiap kali kau mencoba masuk lebih jauh.
Ada sebuah ruang yang tak lagi ku buka,
yang pintunya terkunci
sejak ia pergi untuk selamanya.
Maafkan aku yang pernah berpura-pura menyukaimu
Kebohongan itu adalah bisik yang menyiksa.
Kini, setelah jarak menjadi kita,
aku menemukan legaku yang sederhana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar